Sastrawan

Social Like Button Sticky Melayang

Get widget

Senin, 04 Juni 2018

BISINDO

GABY - TINGGAL KENANGAN

#Lirik dalam video

Pernah ada rasa cinta antara kita
Kini tinggal kenanganIngin ku lupakan semua tentang dirimu 
Namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku
 
Reff:.
Jauh kau pergi meninggalkan diriku 
Di sini aku merindukan dirimu 
Kini ku coba mencari penggantimu
 Namun tak lagi kan seperti dirimu,oh kekasi

Berikut contoh video tutorial BISINDO dalam Lagu Gaby - Tinggal Kenangan

CONTOH SKRIP NASKAH BERITA NASIONAL

Berikut merupakan contoh skrip Naskah Berita Nasional dan Mp3 Contoh pembacaan skrip berita Nasional...


"BUKU LKS SD MENGANDUNG KONTEN NARKOBA"
TANGERANG SELATAN - Polisi akan memproses secara hukum bagi siapapun yang lalai dan terlibat atas peredaran buku Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA kelas 5 SD berkonten narkoba di Tangerang Selatan (Tangsel).
Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan memastikan, tim gabungan tengah menyelidiki lolosnya LKS itu ke 32 sekolah yang berada di Ciputat dan Pondok Aren. Jika ada unsur kelalaian, dipastikan sanksi pidana tengah menanti bagi pihak yang terlibat.
"Tim gabungan sedang menyelidiki, jika ada unsur kelalaian maka akan kita proses hukum," .. "Nanti kan penerbitnya juga akan dipanggil, akan kami mintai keterangan siapa saja timnya untuk mencetak buku itu. Kami juga masih menunggu adanya laporan dari korban ataupun orang tua siswa yang merasa dirugikan atas konten narkoba tersebut,". Kata Ayi usai menghadiri deklarasi damai Pilgub Banten 2018 di Ciater, Serpong, Senin (17/07/2017).
Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) dan Polres Tangsel terus menelusuri siapa saja yang terlibat dalam peredaran LKS terbitan Bakti Ilmu (BI) itu.
Keberadaan LKS tersebut diduga turut melibatkan sejumlah oknum dari Disdik Tangsel maupun pihak sekolah, mengingat peredarannya yang begitu leluasa dan tidak mendapat pengawasan ketat sejak tahun lalu.


Untuk mendengarkan contoh siaran bisa melalui klik link dibawah ini ⬇
Berita Nasional Bunga Febriana N.mp3

Puisi


AKU DAN KAMU
 

Aku dan kamu adalah buku yang sama, tetapi dalam rak buku yang berbeda..
waktu terus berlalu, Kita masih tetap pada rak yang berbeda
Kita mencoba saling melupakan
Namun masih juga berharap untuk dipertemukan

pada suatu waktu kamu mulai berubah,
Aku pikir kamu harus segera diperbaiki . .

- BFN11 -

Kamis, 29 Juni 2017

Biografi Sastrawan

ABDULLAH IDRUS

Abdullah Idrus lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 – meninggal di Padang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun. Abdullah idrus adalah seorang sastrawan Indonesia. Ia menikah dengan Ratna Suri pada tahun 1946. Mereka dikaruniai enam orang anak, empat putra dan dua putri, yaitu Prof. Dr. Ir. Nirwan Idrus, Slamet Riyadi Idrus, Rizal Idrus, Damayanti Idrus, Lanita Idrus dan Taufik Idrus.
DUNIA SASTRA
Perkenalan Idrus dengan dunia sastra sudah dimulainya sejak duduk di bangku sekolah, terutama ketika di bangku sekolah menengah. Ia sangat rajin membaca karya-karya roman dan novel Eropa yang dijumpainya di perpustakaan sekolah. Ia pun sudah menghasilkan cerpen pada masa itu.
Minatnya pada dunia sastra mendorongnya untuk memilih Balai Pustaka sebagai tempatnya bekerja. Ia berharap dapat menyalurkan minat sastranya di tempat tersebut, membaca dan mendalami karya-karya sastra yang tersedia di sana dan berkenalan dengan para sastrawan terkenal. Keinginannya itu pun terwujud, ia berkenalan dengan H.B. Jassin, Sutan Takdir Alisyahbana, Noer Sutan Iskandar, Anas Makruf, dan lain-lain.
Meskipun menolak digolongkan sebagai sastrawan Angkatan ’45, ia tidak dapat memungkiri bahwa sebagian besar karyanya memang membicarakan persoalan-persoalan pada masa itu. Kekhasan gayanya dalam menulis pada masa itu membuatnya memperoleh tempat terhormat dalam dunia sastra, sebagai Pelopor Angkatan ’45 di bidang prosa, yang dikukuhkan H.B. Jassin dalam bukunya.
Hasratnya yang besar terhadap sastra membuatnya tidak hanya menulis karya sastra, tetapi juga menulis karya-karya ilmiah yang berkenaan dengan sastra, seperti Teknik Mengarang Cerpen dan International Understanding Through the Study of Foreign Literature. Kemampuannya menggunakan tiga bahasa asing (Belanda, Inggris, dan Jerman) membuatnya berpeluang untuk menerjemahkan buku-buku asing. Hasilnya antara lain adalah Perkenalan dengan Anton Chekov, Perkenalan dengan Jaroslov Hask, Perkenalan dengan Luigi Pirandello, dan Perkenalan dengan Guy de Maupassant.
Karena tekanan politik dan sikap permusuhan yang dilancarkan oleh Lembaga Kebudayaan Rakyatterhadap penulis-penulis yang tidak sepaham dengan mereka, Idrus terpaksa meninggalkan tanah air dan pindah ke Malaysia. Di Malaysia, lepas dari tekanan Lekra, ia terus berkarya. Karyanya saat itu antara lain,Dengan Mata Terbuka (1961) dan Hati Nurani Manusia (1963).

Di dalam dunia sastra, kehebatan Idrus diakui khalayak sastra, terutama setelah karyanya Surabaya, Corat-Coret di Bawah Tanah, dan Aki diterbitkan. Ketiga karyanya itu menjadi karya monumental. Setelah ketiga karya itu, memang, pamor Idrus mulai menurun. Namun tidak berarti ia lantas tidak disebut lagi, ia masih tetap eksis dengan menulis kritik, esai, dan hal-hal yang berkenaan dengan sastra di surat kabar, majalah, dan RRI (untuk dibacakan).

 

KARYA ABDULLAH IDRUS


Novel

·         Aki
·         Corat-Coret di Bawah Tanah
·         Dengan Mata Terbuka
·         Hati Nurani Manusia
·         Hikayat Petualang Lima
·         Hikayat Putri Penelope
·         Perempuan dan Kebangsaan
·         Surabaya

Cerita pendek

·         Anak Buta
·         Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

Drama

·         Dokter Bisma
·         Jibaku Aceh
·         Kejahatan Membalas Dendam
·         Keluarga Surono

Karya terjemahan

·         Acoka
·         Cerita Wanita Termulia
·         Dari Penciptaan Kedua
·         Dua Episode Masa Kecil
·         Ibu yang Kukenang
·         Keju
·         Kereta Api Baja
·         Perkenalan dengan Anton Chekov
·         Perkenalan dengan Guy de Maupassant
·         Perkenalan dengan Jaroslov Hask
·         Perkenalan dengan Luigi Pirandello
·         Roti Kita Sehari-hari


~ Bunga Febriana Nurwiyanti ~

PUISI

UANG
Puisi oleh : Bunga Febriana Nurwiyanti

Arti apa, apa arti uang ?
Tanpa dicari tidak akan datang
Tidak habis jika tidak dibuang
Kadang bisa buat kita melayang

Arti apa, apa arti melayang ?
Jika sebenarnya tidak bisa terbang
Jika mungkin kekuatan akan datang
Dengan ikhlas uang kita dibuang

Arti apa, apa arti dibuang ?
Saat yang dicari telah hilang
Dari kekuasaan yang mereka pegang
Tidak sulit membuat uang datang

Arti apa, apa arti datang ?
Jika kita bukan seorang pejuang
Yang melawan musuh dengan pedang
Demi bangsa tanpa mengharap uang

Arti apa, apa arti uang ?
UANG Datang Dibuang Melayang Terbang


Jumat, 16 September 2016

AKU BUKAN BULE

Hari berlalu begitu cepat. Usiaku pun semakin terkurangi jatahnya. Kebodohan tak lagi mampu kututupi. Kesendirianku tak lagi dapat kusembunyikan. Keraguan tak lagi temui jalan keluar. Hingga pada akhirnya kebenaran terungkap. Kecermelangan akal berontak, meronta ingin keluar dan terpuaskan. Layaknya remaja putri di usia belasan tahun yang penuh rasa ingin tahu dan penasaran, aku pun mengais-ngais jejak langkah orang-orang di sekitarku. Demi kutemukannya sebuah jati diri. Who am I? Am I just a stranger? Am I just a girl? Am I a muslimah? Am I so special? “That’s perfect! It is Excellent! You’re a good girl, Sofia”

Inilah yang selama ini kutunggu-tunggu. Ungkapan pujian dan penilaian yang bagus. Sangat bagus malah. Perfectionist. Tapi tetap saja ada yang hilang dan kurang. Buat apa semua pujian itu? Apa artinya semua pujian itu? Dapatkah semua pujian itu merubah kehidupanku?

Mendapatkan berkah berupa wujud fisik yang cantik dan indah bukanlah impianku. Memiliki ayah seorang warga negara asing bukanlah pintaku pada ibu. Terlahirkan pada musim dingin di tepian kota California juga bukan rencanaku. Bahkan hingga belasan tahunku kini tak mampu kukenali jati diriku juga bukan mauku. Sebelumnya tak pernah serumit ini ku pikirkan hidupku. Hingga tiba waktuku kembali pulang ke Indonesia tiga tahun lalu, aku temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini mengusik batinku.

Tidak lama setelah meninggalnya ayah, keputusan ini ibu anggap yang terbaik setelah tahu betapa bobrokan system (aturan) dan moral Negara asal ayahku. Duka di lubuk hati tak seberapa jika dibandingkan duka hidup di negeri perantauan. Sekelumit kalimat inilah yang acap kali ibu lontarkan kepadaku. Seringkali ibu bercerita tentang ramahnya hidup di alam pedesaan Indonesia. Tak jarang pula ibu mengenang tentang masa kecilnya di pematang sawah. Ibu rindu dengan desa dan sawah di Indonesia. Sementara kehidupan di negara bersumber daya alam miskin seperti Amerika tidak mampu mengobati nyeri kerinduan ibu. Belum lagi kebiasaan hidup ASAAP (Asal Senang, Asal Ada Pesta) di negeri ayahku ini semakin membuat ibu cemas dengan perkembangan mental dan psikologiku.

Berdua kami kembali menata hidup di bumi pertiwi. Memang sulit pada mulanya tapi untungnya dari kecil ibu mengajakku berkomunikasi bilingual (bahasa Indonesia-Inggris Amerika). Jadi, little little sih aku bisa ngomong dengan bahasa Indonesia!


Tak pernah kutemukan ketenangan dalam hidupku. Meskipun selama ini orangtuaku selalu berusaha keras agar segala kebutuhanku tercukupi dengan baik. Hingga pada akhirnya aku harus ikut ibu ke Indonesia dan menemukan jawaban yang selama ini belum pernah kuterima, dari siapa pun dan apapun. Jawaban atas tanda Tanya besar from my deepest heart; who am I? Untuk apa hidupku ini? Where will I go after death?

NB : Bukan tulisan saya :) 

Selasa, 07 Juni 2016

Resensi novel NAMAMU DALAM DOAKU
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Membaca Komprehensif
Pengampu :
Dian Uswatun Hasanah, M.Pd



Disusun Oleh :
Bunga Febriana Nurwiyanti    153151056

TADRIS BAHASA INDONESIA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2015

NAMAMU DALAM DOaku


KARYA ANDARU INTAN & ARIS PRADANA
~Ketika kita mencintai dalam diam~



IDENTITAS NOVEL NAMAMU DALAM DOAKU
Harga              : Rp. 40.000

Ukuran            : 14 x 20 cm
Tebal               : 211 hlm
Terbit               : Oktober 2015
Penerbit           : DIVA Press


POKOK-POKOK ISI NOVEL ( SINOPSIS )
…Namanya selalu kusebut dalam doaku. Sebuah doa yang makin hari makin memanjang… sebuah doa sederhana sebagai pengganti rinduku padanya.
***
Tidak pernah terbayang sebelumnya, seorang Talita Anjani, gadis cantik-modis nan kaya akan jatuh cinta pada Pandu, pemuda alim sederhana, sekaligus ketua BEM di kampus.
Pertemuan keduanya tidaklah istimewa. Hanya gara-gara payung lusuh. Pandu juga bukan tipe laki-laki yang biasa Talita ajak kencan. Sebaliknya, Talita juga bukan tipe wanita yang Pandu pernah angankan.
Namun, bagaimana bisa segala perbedaan itu justru mendekatkan keduanya ?

Anak teknik seringkali distigmakan dengan sosok yang sangat logis, praktis, optimis, namun punya wawasan yang luas. Sementara aktivis dicirikan sebagai manusia idealis yang memegang teguh prinsip, luwes dalam bergaul, dan cenderung menomorsatukan impian-impian besarnya. Perpaduan antara keduanya akan bermuara pada satu karakter: rumit.
Kerumitan itu pula yang memengaruhi perjalanan kisah mereka dalam mengejar cita dan (tak terkecuali) cinta.
Tersebutlah nama Pandu, lelaki ubersexual religius yang dikenal dengan jiwa kepemimpinan yang menawan, kepercayadirian tinggi, dan pemikiran-pemikiran idealis yang susah ditemui di zaman sekarang. Dengan kepribadian yang seperti ini, semua orang dengan mudah menebak bahwa hatinya hanya bertekuk lutut di hadapan muslimah yang anggun, santun, kalem, tidak banyak tingkah, dan punya senyum yang menenteramkan. Bukan kepada anak manja yang cuek dan susah untuk diajak susah.
Anehnya, semua persyaratan di atas berantakan karena Talita. Tak ada yang sesuai. Meski kritis berargumen dan punya selera musik yang lumayan, masih jauh dari kepribadian wanita yang pantas untuk disanding. Manja, glamour, ceplas ceplos, rajin bangun siang, dan entah apa lagi yang ada padanya.
Diceritakan dalam 248 halaman secara bergantian dari dua kacamata berbeda layaknya perang batin antara kedua tokoh utamanya, novel ini mengemas kisah romansa yang dibalut cerita perjuangan hidup, dinamika keluarga, keseharian mahasiswa, pertaruhan prinsip dengan memperhatikan aspek reliji melalui permainan diksi dalam fiksi.

KELEBIHAN NOVEL
1.        Isi cerita novel Namamu dalam doaku sangat menarik karena novel ini tidak melulu tentang romansa, ada pelajaran tentang perjuangan hidup di dalam ceritanya.
2.        Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama, dimana tokoh utamanya dua orang yaitu “Talita Anjani” dan “Pandu”.
ü  Tiap bab ganjil “Talita Anjani” sebagai tokoh aku, dan bab genap “Pandu” menjadi tokoh aku.
3.        Novel ini ditulis oleh dua penulis yang belum pernah bertemu langsung.
4.        Novel ini menjadi best seller. Cetakan kedua pada bulan Maret 2016
5.        Gaya bahasa yang digunakan dalam penyajian novel sangat baik. Tidak terlalu formal dan tidak terlalu mendaerah.
6.        Penggunaan kata dalam cerita dapat membuat pembaca mudah terbawa suasana romance.
7.        Penulis sangat mengerti tentang obyek yang menjadi tulisannya. Sebagai contoh rasi bintang orion dalam cerita pada Bab 1. Penulis dapat menjelaskan sejarah dan banyak hal menarik tentang rasi bintang orion

KEKURANGAN NOVEL
1.        Dalam tiap bab pada novel terdapat point-poin cerita yang tidak saling terkait ceritanya.
2.        Banyak flashback tentang masalalu yang pendeskripsiannya sulit dimengerti.

SARAN-SARAN
ü  Cetakan novel berikutnya buat covernya lebih menarik.



TENTANG PENULIS NAMAMU DALAM DOAKU

Andaru Intan
lahir dengan nama Intan Andaru di Banyuwangi, 20 Februari 1990. Telah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Airlangga, Surabaya. Saat ini bergiat di beberapa aktivitas sosial dan masih tetap menulis di sela pekerjaannya sebagai dokter. Buku perdananya, Saat Waktu Berkejaran, adalah kumpulan cerpen para penderita HIV/AIDS yang pernah menjuarai Unsa Book Award kategori kumpulan cerpen 2013. Beberapa karyanya dapat dinikmati dalam bentuk antologi seperti: Jatuh di Hatimu(Matahari, 2014), Ciuman untuk Eros (Leutikaprio, 2013), dan lain-lain. Dapat ditemui di twitter: @andaruintan atau facebook Intan Andaru.

Aris Pradana
lahir dan besar di Tulungagung, sebuah kota kecil di pantai selatan Jawa Timur, tak menghalangi impian dan semangat besarnya. Lulusan Teknik Elektro ITS yang sedang berkarya di sebuah perusahaan energi nasional ini pernah berhasil membuat opininya dimuat di media massa nasional dan menjuarai salah satu kompetisi cerpen tingkat nasional. Semasa kuliah, ia aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan maupun komunitas minat bakat, salah satunya menjadi saksi lahirnya komunitas ITS Jazz. Sepak bola dan musik menjadi hal yang sulit lepas darinya. Dapat ditemui di twitter: @arizpradana.


~ Bunga Febriana Nurwiyanti ~